Mari bertukar Cerita

Diet 52: Turun Lima Kilogram dalam Dua Minggu

Diet 52: Turun Lima Kilogram dalam Dua Minggu

Salah satu resolusi yang sering muncul di tahun baru adalah #MenujuSehat2018 #MenujuLangsing2018 dan “menuju-menuju” lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dan bentuk tubuh ideal. Tahun lalu, saya sudah berhasil menurunkan bobot sebanyak 5 kg dalam dua minggu saja. Benar: 2 minggu. Ya, sudah mirip iklan suplemen yang diklaim bisa menurunkan masa tubuh dalam waktu singkat. Tapi saya janji, tulisan ini bukanlah click bait yang berujung tawaran untuk jadi member multilevel marketing.

Namun sebelum kita membahas tentang bagaimana caranya mengatur pola makan, sekaligus menekan pengeluaran, sekaligus menurunkan timbangan badan; saya perlu mengingatkan bahwa apa yang saya lakukan adalah mengatur pola makan dan olahraga ringan saja. Kemudian diet ini juga tidak berkiblat pada aturan diet manapun secara ketat, karena awalnya memang saya lakukan untuk kebutuhan diri yang mana adalah semata-mata untuk mengurangi konsumi gula berlebihan tanpa ada tendensi untuk menurunkan bobot.

Tapi; karena banyak yang bilang saya kurusan, akhirnya saya ingin tahu juga berat badan saya setelah diet 2 mingguan itu. Sebelum diet bobot saya sekitar 68 kilogram, setelah 2—3 minggu kemudian nilai yang tertera pada timbangan digital adalah 62,6 kilogram. Pantas saja banyak yang bilang kurusan. Setelah saya bandingkan memang terlihat bedanya. Perhatikan bagian pipi. Lalu kenapa judulnya menekankan pada “turun 5kg”? Ya, karena umumnya orang lebih suka melihat hasil kuantitatif dibanding kualitatif.

Pipi bulat bakpao vs Pipi pipih Shihlin

Masuk ke soal dietnya, yang saya lakukan  adalah tidak mengonsumsi makanan tinggi glukosa. Ada tiga hal yang tidak saya konsumsi dalam dua minggu tersebut:

1.Minuman manis

2.nasi putih

3. makanan dari tepung (gorengan dan roti/kue)

Ya, Cuma tiga hal tersebut yang tidak saya konsumsi. Jadi, pagi saya sarapan buah-buahan (minggu pertama) dan “sarapan” kopi saja di minggu kedua (karena kepikiran kalau buah gulanya cukup tnggi juga).

Makan siang bergizi dan seimbang, biasanya ayam/ daging sapi + sayur yang banyak + tahu dan tempe secukupnya (2-3 potong biasanya) + 1 lauk tambahan/ nasi merah sedikit.

Makan malam hampir sama, cuma karena keterbatasan pilihan biasanya saya beli ayam bakar/ ayam goreng + Lalapan yang banyak + tahu 4 potong.

Selain itu saya juga olahraga dua kali seminggu. Yah, ringan-ringan saja dulu. Biasanya saya menggunakan metode High Intensity Interval Training (HIIT) untuk fat burning. Saya menggunakan latihan yang dilakukan oleh Jordan Yeoh dari youtube. Durasi sekali putaran training adalah 5 menit, dilakukan 4 kali, dengan jeda tiap kali putaran 2menit. Jadi 30 menit latihan HIIT plus treadmill semampunya (biasanya 15 menit sebelum latihan HIIT).

Jadi, dengan pengaturan pola makan seperti itu + olahraga ringan, saya mendapatkan benefit sebagai berikut

1.Tidak mengantuk di pagi hari seperti saat biasanya saya sarapan dengan nasi putih

2. Tidak mengantuk sepanjang hari, karena saya menghilangkan kebiasaan minum minuman manis tiap kali haus (dulu saya hobi minum the botol nyosor, teh segitiga, dan minuman botolan yang tinggi gula itu)

3. Terbiasa minum air putih dan minuman yang tidak manis. Serius, teh dan kopi tanpa gula itu enak banget kita bisa menikmati rasa asli kedua minuman tersebut tanpa kepura-puraan.

4. Bangun pagi lebih bugar, terlebih setelah olahraga sore (oiya, saya baru ingat kalau seminggu sekali saya renang/ lari untuk membakar kalori

5. Badan lebih “enteng” karena lemak menyusut

Pengeluaran menurun karena sudah tidak jajan minuman bergula tinggi yang biasanya bisa menghabiskan hingga 15ribuan rupiah per hari. Untuk uang sarapan hanya pindah alokasi ke makan siang dan malam yang lebih bergizi

Selanjutnya, kalau diringkas, diet 52 yang tidak jelas asal-usulnya ini terdiri dari:

  1. Tidak makan makanan/ minuman bergula (minuman manis, kue/roti manis, gorengan bertepung, dan nasi putih)
  2. Olahraga ringan: 2x seminggu HIIT Training (videonya bisa disaksikan di sini) + 1x lari/ renang selama satu jam
  3. Sarapan: ngopi/ ngeteh saja atau kalau harus sarapan sekadar kudapan sehat seperti buah secukupnya. Makan siang + malam: protein hewani + protein nabati + sayur yang banyak + lauk tambahan.
  4. Biasakan jalan kaki + tidur yang cukup

Nah sudah deh. Jika ada yang mau coba, silakan dicoba, tapi kita sendiri yang tahu batas tubuh kita. Jika tidak terbiasa sarapan dengan ngopi (pahit) saja, ya jangan dipaksakan. Setidaknya, ganti sumber sarapan kita yang tainya kurang sehat menjadi lebih sehat. Serius, dalam dua minggu melakukan hal-hal tadi, perut saya jadi rata!

Lalu bagaimana kondisi saya saat ini? Demi membahagiakan ibu saya yang berkata bahwasanya saya terlalu kurus, maka saya agak melonggarkan diet walaupun tidak melepas secara total. Berat badan saya sekarang di kisaran 63-64 kilogram. Sekali lagi, semua ini sebenarnya bukan soal ukuran timbangan, tapi lebih pada efek berupa kualitas kesehatan dan kualitas hidup yang #MakinBaik. Hmm, jadi ingat slogan salah satu institusi di Kementerian Keuangan. Oiya, #BeaCukaiMakinBaik. Kata bu Sri Mulyani pada posting terbarunya di sini juga gitu kok… 

Lha kok ujung-ujungnya Bea Cukai? Ya, suka-suka yang nulis lah. Makanya kalau mau ikutan “suka-suka nan bermaslahat” ya nulislah di blog kamu  sendiri yang sudah mulai rindu diisi serta kurang-kurangi nginstasory.

Tidak boleh protes, pertanyaan, masukkan dan saran boleh tulis di kolom komentar 🙂


2 thoughts on “Diet 52: Turun Lima Kilogram dalam Dua Minggu”

  • Dari 3 yang dihindari, yang paling sedikit saya konsumsi adalah yang nomor 1 saja. Nomor 2 dan 3 masih sering. Tapi untungnya karena tergolong “ectomorph”, berat badan masih terjaga di kisaran 65kg. Apapun aturan diet yang dipilih, harusnya betul kita sendirilah yang tahu batasan-batasan tubuh kita.

    • alhamdulillah ya, dulunya saya pun gak gampang berlemak; namun seiring usia bertambah lemak mulai gemar bersarang terutama di bagian perut dan paha. Terima kasih mas Rohmad sudah baca dan berbagi soal “ectomorph”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *