Mari bertukar Cerita

[GIVEAWAY INSIDE] Manfaat Tujuh Hari Konsisten Menulis

[GIVEAWAY INSIDE] Manfaat Tujuh Hari Konsisten Menulis

PENGUMUMAN PEMENANG GIVEAWAY

Metal Earphone: Eva Maulina

Notebook: Dhita Hayu Cahayu dan Aviantina

Pencil Case + Pen: Linda Cahyanti dan Ranaka

Terima kasih juga bagi teman-teman yang namanya belum masuk, maunya sih semua dapat hadiah tapi ya pendanaan terbatas. Hihi.. Yang terpenting, 2018 tak boleh berhenti membaca – tak boleh ragu menulis!

Alhamdulillah, tepat hari ini ( 8 Januari 2018) saya telah menulis di blog rendypadmanaba.com selama tujuh hari berturut-turut. Awalnya saya punya ide #7HariMenulis di awal tahun sekadar untuk menghidupkan semangat menulis teman-teman saya di CLiF (Customs Literacy Forum), komunitas literasi di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Lho ada to? Ya, malah CLiF sudah ada sejak dua tahun lalu; sehingga saya harap dengan #7HariMenulis otot-otot menulis yang mulai kendur dan menggelambir bisa dilatih lagi. Tapi saya pikir, sekalian saja membuat blog dengan domain dot-com, jadilah blog yang berusia delapan hari ini pada delapan Januari.

Pada akhir sesi #7HariMenulis, ada lima orang yang berhasil lulus dengan cara konsisten memposting satu tulisan per hari selama tujuh hari berturutan. Sebenarnya pendaftar tidak hanya lima, tapi karena konsistensi menulis tidak semudah niat menulis atau resolusi, peserta lain ada yang tumbang. Saya sendiri mungkin akan ikut tumbang bilamana tidak menjadi penggagas acara ini.

Setengah dipaksa akhirnya menulis tiap hari, “Masa yang mbikin acara bolong-bolong nulisnya?” Terlebih lagi peserta lainnya adalah senior saya di Bea Cukai (ada bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pakde-pakde) yang mana menjadi pembakar semangat tersendiri, “Masa kalah sama senior yang pekerjaannya lebih banyak, istrinya lebih banyak, dan anaknya lebih banyak?” Maka jadilah, saya “ganjil” menulis selama tujuh hari berturut-turut.

Manfaat dari #7HariMenulis ini saya rasakan begitu besar, yaitu:

  1. Saya menyadari bahwa jika niat menulis sudah kuat dan mau konsisten, target menulis kita akan selesai.
  2. Saya “dipaksa” kreatif membuat konten dalam waktu yang singkat
  3. Saya mulai menemukan jenis tulisan dan tema tulisan yang saya suka
  4. Mendapatkan umpan balik dari pembaca blog sehingga wawasan menulis bertambah
  5. Bahagia, saat ada yang merasa tulisan yang kita buat memberikan informasi bermanfaat bahkan inpirasi
  6. Lebih percaya diri dalam menentukan proyek menulis selanjutnya 
  7. Ide-ide yang muncul dari membaca referensi, buku, dll. yang digunakan untuk memperkaya informasi pada tulisan

Namun begitu, namanya “dipaksa” menulis satu tulisan perhari, tentu ada beberapa hal yang menjadi poin “minus”. Yaitu, beberapa tulisan dibuat dengan tergesa-gesa untuk memenuhi target menulis. Sehingga terkadang minim riset dan minim editing, istilahnya “yang penting ngepost dulu”. Tapi, karena tujuan semula adalah melatih otot menulis, bukan suatu kesalahan membuat tulisan dengan sedikit ketergesaan. Pun sebenarnya hal tersebut juga menjadi pelajaran terutama untuk kaum deadliner seperti saya; bahwa kita bisa lebih maksimal dalam berkarya saat tidak tergesa dan memberi waktu yang cukup untuk karya kita berkembang dan matang.  

Tujuh tulisan yang saya unggah di blog punya tema yang berbeda, inilah ketujuhnya:

#1 Tulisan Perjalanan 

Jogja Jakarta via Kereta Api Jokowi

#2 Reviu Novel 

Reviu Novel: Laut Bercerita – Leila S. Chudori

#3 Tulisan Perjalanan

Wisata Jakarta: yang Tersembunyi dari Cikini

#4 Renungan 

Rehat Jumat: Hal Rindu

#5 Feature 

Kumpulan Pesan Sri Mulyani kepada Generasi Langgas

#6 Pengalaman Pribadi

Diet 52: Turun Lima Kilogram dalam Dua Minggu

#7 Tulisan ini

Silakan dibaca bila ada yang menarik hati, ya. Bagi saya pribadi, setiap tulisan punya kesan tersendiri, punya pelajarannya sendiri, punya pembaca tersendiri pula. Tulisan keempat dan kelima menjadi favorit saya karena di kedua tulisan tersebut saya benar-benar menantang diri untuk full menulis dan meminimalisasi gambar. Sehingga, saya tidak bisa minta tolong pada gambar untuk membuat pembaca tetap tinggal. Pada akhirnya yang kita nikmati adalah prosesnya, dan saya bahagia menjalani proses kecil selama tujuh hari ini. Saya bahagia juga untuk teman-teman yang turut menulis bersama saya selama tujuh hari ke belakang dan mendapatkan pelajaran yang berbeda-beda secara personal. Kamu mau mencoba menulis lagi juga?

GIVEAWAY

Nah! Inilah ucapan terima kasih untuk semua pembaca blog ini, baik yang sudah bergabung sejak hari pertama ataupun baru hari ini. Saya sangat senang Kamu mau mampir dan membaca proses belajar saya di sini. Terima kasih sekali lagi.

Giveaway kali ini syaratnya sangat mudah:

  1. Silakan tulis di kolom komentar Resolusi Menulis 2018 yang kamu miliki. Tidak harus bombastis, silakan kamu sesuaikan dengan dirimu. Boleh juga Kamu tambahkan dengan alasan, bagaimana cara menggapainya. Karena judulnya “Resolusi Menulis”, target yang Kamu buat pun boleh soal menulis dari hulu ke hilir, dari cari referensi, cari ide, menulisnya sendiri, sampai buku/cerpen/puisi/apapun itu terbit. Be Creative!

  2. Bila berkenan, silakan subscribe blog ini dengan mengisikan alamat surelmu di bagian terbawah “page” ini atau di bagian terbawah “Home”.

  3. Batas waktu penulisan resolusi di kolom komentar adalah Jumat, 12 Januari 2017 pukul 23.57

  4. Pengumuman melalui post di blog ini pada Sabtu, 13 Januari 2017 dan email pemenang masing-masing. Hadiah yang tersedia adalah

  5. 1 Buah HiFi Metal Earphone

  6. 2 Buah Notebook

  7. 2 Buah Pencil Case + Pen

  8. Keputusan berdasarkan resolusi mana yang berhasil meluluhkan hatiku

  9.  Selamat menulis resolusi dan subscribe surelmu! Tetep… 

#BukanDariSponsor


19 thoughts on “[GIVEAWAY INSIDE] Manfaat Tujuh Hari Konsisten Menulis”

  • Kalo bagi saya bukan resolusi menulis kak ren,,lebih ke resolusi membaca..Di tahun 2018 ini,,ingin lebih bisa terus membaca dan nggk cepat bosan dgn suatu bahan bacaan..Trus menulis dan ttp share di grup y kak rend,,lumayan bisa jd salah satu bahan bacaan,,oiya bisa request,,kapan2 coba ceritakan hal2 menarik ketika berkunjung ke kota yg berbeda di penjuru indonesia
    (Pembaca wae kok yo request barang)
    Selamat menulis kak rend,,semoga terus berkarya dan nggk bosen nulis ny,,serta nggk kehilangan bahan untuk tulisan ✌

    • Nice kak! Karena sesungguhnya menulis itu diawali dengan membaca yang banyak, jadi kita punya bahan dan referensi. Nanti aku ceritakan kak, sebenernya ada beberapa di blog lama, tapi blognya kadaluarsa. Enjoy the reading process kak, as time goes by, you will love book..

  • Tahun ini setelah tertunda berjuta-juta purnama pengen banget nyelesein naskah, “Ibadah bukan cuma nikah” sama “100 hari pertama menjadi istri.” Yang pertama buat akhwat2 yg galaunya cuma masalah nikah mulu, seolah-olah kalau jodohnya belum dtg g ada hal lain yg bisa dia lakuin, padahal kan banyak! Yang kedua buat mbak2 yang akan menikah atau pernikahannya masih seumur jagung kayak saya, pengen share aja, apa sih enak/nggak enaknya jadi istri. Apa yg penting buat disiapin tp pas dulu jomblo lupa nggak disiapin. Hehe… Doain ya Kaaaaak semoga bisa.

    Btw kalau aku dpt giveaway aku request notebook ya kak hahahahaha

    • Ih request.. hehe.. Kak dhita ini tahu banget “strength”-nya ya.. Bikin dua calon buku saja sesuai dengan apa yang pernah dan sedang dialami. Well, I think that will be great books.. Can’t wait…

  • Wah harus punya resolusi nulis ya?

    Baiklah, resolusi nulis 2018 adalah, mau bikin cerita anak, yg nanti sekalian buat kado ulang tahun pertama keponakan.

  • Seperti ditepuk bahunya tapi blm negok juga akhirnya ditimpuk ama sepatu sebelah… Thx ya dek.. Tulisannya keren, kena banget….abis ini aku mo nulis..lis..lis.. walopun lg banyak pr kerjaan kantor.. intinya mesti nyempetin…dan dimulai dr sekarang… Sukses ya…^_*

    • Semangat Ibu, I know you can! Pasti banyak inspirasi dari tulisan bu Ef. Ayo kita mulai lagi, proyrk 7 hari ini juga bagian dari “menimpuk diri sendiri” kok

  • sebenernya jaman multiply dulu, saya rajin nulis..sambil nyapu rumah di pagi hari itu sambil cari ide “nanti nulis apa ya, moto apa dan captionnya apa”. dan ternyata meredup sejalan gugurnya multiply. pindah ke wordpress ternyata engga bikin rajin, padahal udah beli laptop cita2nya buat nge-blog, ya engga kelaksana juga.. emang niatnya dah melempem. tapi setelah dipikir-pikir, ketika saya nulis caption itu ya bagian saya balik nulis, tapi versi super short hahaha..semoga dengan colekan kak Rendy ini bikin saya semangat nulis lebih panjang dan lebih bermakna lagi. makasih inspirasinya 🙂

    • Wah multiply aku dulu malah belum kenalan… Memang interaksi di blog ga secepet di instagram yang ada fitur message dan komen langsung, feednya juga langsung keliatan.. Cuma blog masih bisa jadi sarana nulis yang agak panjang. Anyway, mati tetap menulis apapun medianya 🙂

  • Resolusi menulis 2018:
    1. Terbitin buku kumcer+sketch secara indie
    2. Menulis 3 artikel di ilmukomputer.com
    3. Menulis artikel travelling dan artikel komputer di WBC
    4. Persiapan atau menerbitkan 1 buku komputer di Elexmedia
    Yang pertama insyaalloh naskahnya sudah ada, tinggal sketch-nya yang masih proses…Sebenarnya kumcer ini adalah cita-cita lama (sedari SMA) yang baru berani di realisasikan sejak november 2017 kemarin. alhamdulillah setelah beberapa bulan menantang diri sendiri untuk menulis 1 cerpen/minggu, insyaalloh mudah-mudahan akan segera terealisasi.
    yang kedua insyaaloh sudah siapkan judul, kerangka pendek dan artikelnya, tinggal “kapan” akan dituliskan.
    yang ketiga, insyaalloh sudah ada 1 yang akan dikirimkan ke WBC. Habis itu kumpulin semangat lagi buat terus mengisi salah satu kolom di WBC.
    yang keempat, sudah siapkan tema…tinggal bikin kerangka, daftar isi, proposal, matriks dan nulisnya…hehehe
    intinya, semua butuh niat dan semangat 45 mengatur waktu diantara bekerja, mengurus dua anak dan rumah tangga.. *kok curhat yah

    • Pasti bisa mba! 7 Hari menulis aja berhasil terlewati di tengah sibuknya hari-hari. You know what to do so well, kak..

  • All I could ever wish every year is to study in the UK especially in University of Glasgow to take a master in Children Literature and Literacies. Really hope from the bottom of my heart this year is the year that I have been waiting for my whole life 🙂

    *Duh nggak punya resolusi yang panjang macam teman2 yang keren, but at least saya punya teman2 keren 😀
    *Semangat giveway 😀

    • That is great resolution, but is that really about “menulis”. Sebenernya bisa juga sih, karena dengan beasiswa itu pasti akan banyak cerita dan petualangan baru!

      Good luck!

  • hallo kak ren !!
    salam kenal

    menulis salah satu resolusi aku selain perbanyak baca minimal 50 buku di tahun 2018 ini ..
    karena ini judulnya “resolusi menulis”, jadi aku mau sedikit sharing persiapan-persiapan apa aja yang aku lakukan untuk menulis.
    1. NIAT
    dalam mengerjakan sesuatu penting sekali adanya niat. karena tanpa adanya niat pekerjaan seringan apapun itu tidak akan selesai. setuju enggak ?? ^^
    2. JALAN-JALAN
    karena dengan jalan2 membuat ide jadi bermunculan. kalau aku si ketika aku lagi jalan-jalan ide jadi banyak kak.. sambil jalan2 aku juga mengabadikan tiap moment yang aku lihat dengan kamera aku, dari situ secara tidak langsung aku mendapatkan topik/tema yang nantinya akan aku sampaikan kedalam tulisan aku. sebenarnya si tentang tema kita juga dapat peroleh dari pengalaman, pengamatan dll
    3. BACA BUKU
    setelah aku menemukan tema/topik yang sudah aku tentukan, aku baca buku2 yg ada kaitannya dengan tema aku untuk menambah referensi aku.

    *sebenarnya dengan kita menulis, kita pasti akan membaca juga jadi tanpa disadari sebagian resolusi aku sedikit tercapai
    itu si singkatnya persiapan2 yg aku lakukan utk menulis

    semoga comment ku ini bisa meluluhkan hatimu untuk memberikanku hadiah ^^v

    • Halo salam kenal kembali, Avi.. Terima kasih karena sudah mampir ke sini. Keren banget resolusi + penjelasannya.. Semangat 2018!

  • benernya nggak ada resolusi menulis di 2018, tapi beberapa teman terus mendorong bahkan udah masuk menodong hehehe, kebetulan dulu pernah bikin ebook dan upload di scribd, tadi ngecek ternyata udah diliat 500 an orang

    jadilah kepikir untuk nambah konten di ebook itu, dan merevisi beberapa hal terutama tentang bisnis tanpa riba, dulunya masih era jahiliyah jadi masih ada topi kpr dan ini menyesatkan pembaca hahaha

    semoga ebook itu bisa dicetak dan jadi pegangan banyak petani muda, kenapa petani ya karena emang fokus basa petani entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *