Mari bertukar Cerita

Wisata Jakarta: yang Tersembunyi dari Cikini

Wisata Jakarta: yang Tersembunyi dari Cikini

Jalan Raden Saleh di Cikini diberi nama demikian bukan tanpa alasan; dahulu rumah tinggal pelukis kenamaan tersebut memang terbentang sepanjang jalan yang diabadikan dengan namanya.

Hampir semua orang Jakarta tahu letak Cikini. Bahkan banyak yang punya kenangan soal daerah ini. Kamu yang punya masa remaja di tahun 80-an tentu kenal dengan Megaria, tempat hits pada masanya. Sedangkan anak 90-an ke atas akan menyebut tempat tersebut dengan sebutan Metropole. Sampai saat ini tempat tersebut masih menjadi jantung pergaulan Cikini, kuliner-kuliner lezat mulai dari pempek hingga rujak nan segar masih setia menemani canda tawa warga Jakarta. Namun, Cikini tak sebatas itu saja, banyak tempat yang malu-malu menampakkan pesonanya. Saya tahun 2017 lalu sempat jalan-jalan bersama teman-teman picnichild mengelilingi Cikini dan dilanjutkan dengan jalan-jalan mandiri beberapa hari kemudian. Hasilnya, inilah beberapa tempat yang tersembunyi atau jarang dikunjungi saat kita jalan-jalan di area Cikini

Salah satu sudut Cikini, tahukah kamu?

Istana di tengah kota

Seperti yang disebutkan di awal, komplek rumah Raden Saleh sang pelukis kenamaan memang luas. Semua area yang kini menjadi Rumah Sakit PGI Cikini adalah bagian dari kediamannya. Salah satu bagian dari komplek rumah Raden Saleh yang masih dipertahankan keasliannya adalah rumah utamanya. Rumah ini sering disebut puri atau istana karena bentuknya yang sangat mirip dengan  sebuah kastil di Jerman. Waktu saya main ke sana, ternyata pegawai RS PGI Cikini sedang latihan koor untuk sebuah acara. Jadi, yang biasanya ruangan tertutup saja, bisa kami masuki. Serius bagus! Tak heran jika rumah Raden Saleh ini digadang-gadang sebagai rumah bangsawan yang paling megah se-Indonesia.

Seorang laki-laki melewati rumah Raden Salih yang saat ini menjadi kantor Rumah Sakit PGI Cikini
Arsitektur Rumah Raden Saleh yang punya rasa Eropa
Kapel yang terletak di dalam komplek Rumah Sakit PGI Cikini

Gedung Teater Baru Taman Ismail Marzuki

Mahfum disebut sebagai “gedung kaca”, gedung ini berlokasi di ujung belakang TIM. Fasad bangunannya mengingatkan saya akan Sydney Opera House. Memang agak maksa pembandingan saya, tapi lihat saja, paling tidak bagian depan terlihat  a la keong Australia. Tempat tersebut digunakan sebagai tempat pertunjukan teater dan pameran. Saat pertama kali saya mengunjunginya, banyak anak-anak bersepeda dan bermain di pelataran dan beberapa kelompok yang berlatih teater atau membaca puisi. Sungguh artsy kata teman saya yang berkategori anak zaman kiwari. Namun, saat saya gowes (sepedahan) bareng teman-teman kantor, bersepeda dibatasi hanya pada halaman bagian bawah; sudah tidak boleh lagi di area seputar gedung. Kesemarakan area ini makin bertambah karena adanya taman yang asyik digunakan untuk ngobrol santai.

Gedung Kaca Taman Ismail Marzuki
Teman kerja yang tercengang melihat ada gedung cantik dengan taman yang asri di tengah Jakarta Pusat

Masjid Al Ma’mur

Sebenarnya bohong jika saya bilang masjid ini tersembunyi. Lha wong cetho welo-welo ada di pinggir Jalan Raden Saleh. Kamu yang sering jajan di Mekdi atau RM Sederhana bisa melihat masjid ini di seberang jalan. Didominasi warna putih, masjid ini adalah benda cagar budaya yang begitu memesona. Pertama, karena masjid ini memberikan nuansa sejuk walau di luar cuaca sedang sangat panas. Selanjutnya, ornamen yang menghiasi masjid ini pun sangat khas: kaca patri dan keramik dengan motif yang khas.

Masjid Al Ma’mur Cikini yang memiliki perpustakaan masjid percontohan. Pepustakaannya dibuka mulai pukul 13.00 WIB
Zoom in!

 

Pabrik Roti Tan Ek Tjoan

Meskipun kini sudah tidak berproduksi di Cikini, sisa bangunan perusahaan roti tersebut masih ada walau sudah beralih fungsi. Tak kelihatan memang bekas-bekas bangunan tersebut sebagai eks pabrik pengolah tepung, mentega, dan ragi. Tapi setidaknya, masih ada penjual roti Tan Ek Tjoan yang setia berjualan di depan bekas pabriknya. Tentu saja, beberapa dari kami sempat mencicipi roti yang tenar dengan dua varian utama: roti lembut dan roti keras. Keduanya sama-sama nikmat!

Bangunan di belakang bapak penjual roti adalah eks pabrik Tan Ek Tjoaan, terlihat mas-mas gemas dari picnichild membeli roti ukuran jumbo

Google Enterpreneur

Lounge ini ada di dalam Menara (by Kibar) salah satu gedung perkantoran dan coworking space di Jakarta. Kita bisa menikmati fasilitas berupa tempat diskusi dan beberapa buku pilihan sambil menikmati kopi yang disajikan oleh sebuah kedai di Lantai 2 Menara. Saat masuk kita akan diminta meminjamkan kartu identitas, setelah itu kita bisa ngopi bersahja di lantai dua. Sering pula Menara dan perusahaan yang ada di dalamnya mengadakan acara-acara seru yang pastinya punya tema tertentu dan mengundang ekspertis di bidangnya.

Suasana di dalam Google Lounge
Kedai kopi yang bersebelahan dengan Google Lounge di Menara. Abaikan pilihan gelasku..
Sekadar pengunjung Google Lounge yang cukup rupawan sedang membaca buku di atas bean bag nan nyaman
Beberapa koleksi buku di Google Lounge

Mie Ayam Depan Stasiun Cikini

Sungguh saya tidak habis pikir, bagaimana mie ayam bakso + ceker nan lembut bisa diberikan harga Rp13.000,00. Sungguh keterlaluan. Padahal, saya beli sup duren original di sampingnya pun sudah Rp15.000,00. Sepertinya mie ayam (dan mie yamin) ini bukanya hanya sore—malam saja. Pokoknya di depan Stasiun Cikini persis, yang bangku dan mejanya berjajar-jajar. Maaf yang ini tidak sempat memotretnya. Tapi serius ini sungguhan, bukan hoaks – apalagi #HoaxMembangun atau #HoaxMeruntuhkan

Itulah beberapa tempat-tempat yang tersembunyi dari hiruk-pikuk Cikini. Ya, memang tingkat ketersembunyiannya berbeda-beda. Tapi tentu saja, ada tempat yang belum pernah kamu kunjungi kan? Atau jangan-jangan sudah semua? Boleh lho cerita di kolom komentar tentang tempat yang pernah kamu kunjungi di Cikini. Boleh juga kalau mau jalan bareng saya. Hehe.. Pepet terusssssss……

Yuk jalan sama kakak…


2 thoughts on “Wisata Jakarta: yang Tersembunyi dari Cikini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *